Home Internasional yang Dikabarkan Telah Tewas Akibat Bom Bunuh Diri Abu Bakar Al-Baghdady Profil Pemimpin ISIS

yang Dikabarkan Telah Tewas Akibat Bom Bunuh Diri Abu Bakar Al-Baghdady Profil Pemimpin ISIS

by Nazira Khasanah

Pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdady dikabarkan telah tewas, Minggu (27/10/2019). Situs berita stasiun televisi CNN, Minggu (27/10/2019) mewartakan, Abu Bakar Al Baghdady meledakkan bom rompi di tubuhnya saat digerebek. Meski belum ada pernyataan resmi, laman CNN menambahkan, tes DNA dan biometrik tengah dilakukan untuk memastikan jati diri tokoh yang diyakini Al Baghdady.

Presiden Donald Trump dijadwalkan menggelar jumpa pers Minggu pukul 09.00 waktu Washington. Jadwal ini disampaikan Deputi Sekretaris Pers Gedung Putih Hogan Gidley. Menurutnya, jumpa pers ini terkait masalah politik luar negeri AS.

Jaringan berita Al Masdar News berbasis di Beirut, Lebanon, Minggu dini hari menyebutkan sebuah serangan misterius terpantau di utara wilayah Idlib. Informasi yang diperoleh Al Masdar News, sejumlah helikopter tempur menembakkan roket ke lokasi di kota kecil Barishah, Idlib utara. Abu Bakar Al Baghdady mendeklarasikan Negara Islam Irak Suriah (ISIS/ISIL/Daesh) di masjid besar Mosul pada Juli 2014.

Pria kelahiran Samarra, Irak itu jadi pemimpin ISIS sejak 2010. Tiga tahun kemudian gerombolan ISIS yang diperkuat milisi asing, mulai menebar teror di Irak dan Suriah. Kekhalifahan Islam Al Baghdady merebut Mosul dari pasukan Irak.

Mereka selanjutnya melebarkan kekuasaan luas di sebagian Irak, lalu menyeberang ke Suriah. Raqqa di Suriah menjadi ibukota de facto ISIS setelah pasukan Irak berangsur merebut kembali pengaruh dan wilayah Irak yang dikuasai ISIS. Februari 2018, sejumlah pejabat tinggi AS menyebut Al Baghdady terluka menyusul serangan udara yang menyasar persembunyiannya di Suriah.

Sebelumnya, ia juga dikenal sebagai Dr Ibrahim dan Abu Du'a alias Abu Bakr al Baghdadi. Dalam upaya untuk mengklaim dirinya sebagai keturunan Muhammad, baru baru ini sebagai Abu Bakr Al Baghdadi Al Husseini Al Qurashi dan sekarang mengklaim diri sebagai Amir al Mu'minin Khalifah Ibrahim. Ia telah mengklaim sebagai Khalifah kepala negara dan teokratis mutlak raja Negara Islam yang memproklamirkan diri terletak di Irak barat dan utara timur Suriah.

Dia adalah pemimpin Negara Islam Irak dan Levant (ISIL), atau yang umum diterjemahkan sebagai Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Pada tanggal 4 Oktober 2011, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang mencatat al Baghdadi sebagai Teroris Global Khusus yang Ditetapkan dan mengumumkan hadiah hingga US $ 10 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya atau kematian. Hanya Ayman al Zawahiri, kepala organisasi al Qaeda global, yang mendapat hadiah lebih besar (US $ 25 juta) apabila bisa memberi informasi yang mengarah pada penangkapannya atau kematian.

Seiring waktu, telah ada sejumlah laporan kematian atau cedera dari Al Baghdadi; Namun, tak satu pun telah diverifikasi. Abu Bakr Al Baghdadi diyakini lahir di dekat Samarra, Irak, pada tahun 1971. Menurut biografi yang diposting di forum jihad pada Juli 2013, ia meraih gelar master dan PhD dalam studi Islam dari Universitas Islam Baghdad (sejak berganti nama menjadi Universitas Irak) di pinggiran Adhamiya.

Laporan menunjukkan bahwa dia adalah seorang ulama di Masjid Hanbal Ahmad ibn Imam di Samarra pada sekitar waktu invasi pimpinan AS ke Irak tahun 2003. Setelah invasi AS ke Irak pada tahun 2003, al Baghdadi membantu mendirikan kelompok militan, Jamaat Jaysh Ahl al Sunnah wa l Jamaah (JJASJ), di mana ia menjabat sebagai kepala kelompok komite syariah. Al Baghdadi dan kelompoknya bergabung dengan Dewan Syuro Mujahidin (DSM) pada tahun 2006, di mana ia menjabat sebagai anggota komite syariah DSM.

Setelah mengubah nama DSM sebagai Negara Islam Irak (ISI) pada tahun 2006, al Baghdadi menjadi pengawas umum komite syariah ISI dan anggota dari kelompok dewan konsultatif senior. Pada tanggal 29 Juni 2014, ISIS mengumumkan pembentukan khilafah, al Baghdadi bernama khalifah, untuk dikenal sebagai Khalifah Ibrahim, dan Negara Islam Irak dan Levant ini berganti nama menjadi Negara Islam (IS). Ada banyak perdebatan di seluruh dunia Muslim tentang legitimasi gerakan ini.

Deklarasi khilafah telah banyak dikritik oleh pemerintah Timur Tengah dan kelompok kelompok jihad lainnya, dan oleh para teolog Muslim Sunni dan sejarawan. Yusuf al Qaradawi, seorang sarjana terkemuka yang tinggal di Qatar menyatakan: "Deklarasi yang dikeluarkan oleh Negara Islam berlaku berdasarkan syariah dan memiliki konsekuensi berbahaya bagi Sunni di Irak dan pemberontakan di Suriah", menambahkan bahwa judul khalifah "hanya dapat diberikan oleh seluruh bangsa Muslim", bukan oleh satu kelompok. Dalam pesan audio yang direkam, al Baghdadi mengumumkan bahwa ISIS akan berbaris di Roma dalam pencariannya untuk mendirikan sebuah Negara Islam dari Timur Tengah sampai seluruh Eropa, mengatakan bahwa ia akan menaklukkan Roma dan Spanyol dalam upaya ini.

Dia juga mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk pindah ke Negara Islam baru. Pada tanggal 5 Juli 2014, video ini merilis ketika tampak menunjukkan al Baghdadi berpidato di Masjid Agung al Nuri di Mosul, Irak utara. Seorang wakil dari pemerintah Irak membantah bahwa video itu dari al Baghdadi, menyebutnya sebagai "lelucon".

Amun, kedua media BBC dan Associated Press mengutip para pejabat Irak yang tak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa pria di video itu diyakini sebagai al Baghdadi. Dalam video tersebut, al Baghdadi menyatakan dirinya pemimpin dunia Muslim dan menyerukan umat Islam di mana saja untuk mendukung dia. Data Diri:

Nama: Abu Bakr al Baghdadi Nama asal: Ibrahim Awwadty Ibrahim Ali Muhammad al Badri al Samarrai Lahir: 29 Juni 1971

Kebangsaan: Iraq Istri: Asma Fawzi Mohammed al Dulaimi, Israa Rajab Mahal Al Qaisi Pendidikan: Iraqi University, University of Baghdad

Anak: Huthaifa al Badri

You may also like

Leave a Comment