Home Travel Tetap Tenang saat Darurat hingga Dituntut Serba Bisa 5 Curhatan Pramugari yang Viral di Medsos

Tetap Tenang saat Darurat hingga Dituntut Serba Bisa 5 Curhatan Pramugari yang Viral di Medsos

by Nazira Khasanah

Memiliki profesi sebagai pramugari sering menjadi idaman banyak orang karena dianggap 'glamor'. Gambaran luar seorang pramugari terlihat begitu rapi, bersikap sopan, dan profesional selama bekerja. Namun tak banyak orang yang tahu dibalik profesi yang dianggap mewah tersebut ternyata ada beberapa kisah yang kurang menyenangkan.

Mulai dari tersiksa saat pakai korset untuk menjaga bentuk tubuh hingga ada yang dipecat karena kelebihan berat badan 0,7kg. Yuk simak kisahnya berikut ini. Ia dipecat lantaran memiliki kelebihan berat badan sebesar 0,7 kilogram dari standar perusahaan.

Karena Ina memiliki tinggi 160 cm, maka berat maksimum yang diperbolehkan sebesar 61 kg, tidak lebih dari itu. Namun, di penimbangan resmi terakhirnya pada 10 April 2017, Ina memiliki berat 61,7 kg. Karena beratnya kelebihan 0,7 kilogram, akhirnya ia dipecat dari pekerjaanya sebagai pramugari Malaysia Airlines.

Ina telah bekerja di Malaysia Airlines selama sekira 25 tahun pada saat pemecatannya. Pramugari menceritakan pengalamannya hampir celaka dalam penerbangan dari Dallas, Texas ke Honolulu, Hawaii. Selama penerbangan menuju Hawaii, sebuah mesin tiba tiba mati karena terlalu panas.

Hal ini mengakibatkan ketegangan selama kurang lebih dua setengah jam yang cukup mendebarkan. Dalam kondisi tersebut, seorang penumpang pesawat pria yang tak diketahui namanya mendadak pingsan di lorong karena sesak nafas. Pramugari tersebut harus selalu tenang dalam kondisi darurat untuk membantu penumpang pria itu dan memberinya kantong oksigen.

Ketika ia tak bisa menerima panggilan kapten pesawat, pramugari lain yang menerima panggilan tersebut mengatakan padanya jika pesawat akan mendarat dalam satu jam dari yang seharusnya 1 jam lebih 40 menit. Beruntung, pesawat yang ditumpangi tersebut mendarat tanpa insiden buruk. Untuk mempertahankan kesan 'cantik dan glamor' ini, awak kabin dituntut punya postur tubuh ideal dan mematuhi aturan tentang seragam.

Seorang mantan pramugari yang memulai karirnya di akhir 1960 an mengungkapkan, dulu awak kabin perempuan dipaksa memakai korset yang sangat tidak nyaman demi memenuhi syarat ukuran seragam. Ialah Patricia Ireland, mantan pramugari yang bertugas untuk maskapai Pan Am ketika ia muda. Patricia mengatakan, pada saat itu awak kabin dipaksa memakai "girdle", pakaian dalam semacam korset untuk membuat lekuk tubuh mereka lebih ideal untuk seragam.

Seorang pramugari dari maskapai penerbangan United Airline menjelaskan jika ia lelah dengan penumpang yang tidak sabaran. Kebanyakan penumpang tergesa gesa atau tidak sabaran ketika akan berangkat ke lokasi tujuan. Para pramugari menginginkan penumpang supaya sabar supaya jadwal penerbangan bisa tepat waktu.

Beberapa penumpang bahkan ada yang datang terlambat atau membawa barang terlarang sehingga menyebabkan pesawat delay. Hal tersebut terkadang membuat para kru pesawat merasa lelah dengan sikap penumpang. Keterampilan menjadi satu hal penting yang harus dimiliki pramugari untuk bisa melayani penumpang pesawat jet pribadi.

Seorang pramugari pesawat jet pribadi, Kimberley Benton yang sudah bekerja selama 9 tahun mengungkapkan bahwa ia mencintai pekerjaannya sebagai pramugari. Menurut Kimberley Benton pekerjaan pramugari pesawat jet pribadi mengharuskannya untuk bisa melakukan apa saja dan terus menerus beradaptasi dengan situasi apapun yang dihadapi. Kimberley Benton mengungkapkan, dirinya pernah melayani penumpang band pop, miliarder, bangsawan hingga pengusaha.

Pekerjaan Benton sebagai pramugari pesawat jet pribadi pun membuat dirinya bisa mengendalikan penumpang agar tidak mabuk saat mengadakan pesta di dalam pesawat.

You may also like

Leave a Comment