Home Metropolitan Saya Tetap Minta Gubernur Buka RAPBD 2020 menuju Publik Penuhi Panggilan Badan Kehormatan William PSI

Saya Tetap Minta Gubernur Buka RAPBD 2020 menuju Publik Penuhi Panggilan Badan Kehormatan William PSI

by Nazira Khasanah

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya hari ini dipanggil Badan Kehormatan, Selasa (12/11/2019). Pemanggilan itu setelah dirinya dilaporkan melakukan pelanggaran kode etik karena mengunggah anggaran janggal ke media sosial. Laporan terhadap William Aditya itu dilakukan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Maju Kotanya Bahagia Warganya (Mat Bagan) Sugiyanto.

Sugiyanto menilai William Aditya telah melanggar aturan yang mengacu pada Peraturan DPRD DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib DPRD DKI Jakarta. Sikap yang dilakukan William Aditya sebagai anggota Dewan justru menimbulkan kegaduhan. Apalagi, unggahan mengenai kejanggalan usulan anggaran, seperti lem Aibon Rp 82,8 miliar dan pulpen Rp 123 miliar, diekspos di forum tidak resmi melalui jumpa pers dan media sosial.

"Sikap yang bersangkutan justru menimbulkan opini negatif kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang seolah olah dianggap tidak transparan," ucap Sugiyanto dalam keterangan resmi, Senin (4/11/2019). Buntut dari laporan itu, William Aditya pun hari ini dipanggil oleh Badan Kehormatan dan ia memenuhi panggilan tersebut. Hal itu disampaikan William Aditya di akun Twitter miliknya @willsarana Selasa (12/11/2019).

Pada Tweet nya itu, William Aditya memposting surat panggilang dirinya oleh Badan Kehormatan. Pada surat itu tertulis William Aditya diminta kehadirannya dalam Rapat Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta pada pukul 10.00 WIB di Ruang Rapat Badan Kehormatan Lantai III Gedung Lama. William Aditya menegaskan jika dirinya akan hadir memenuhi panggilan tersebut.

Ia juga mengatakan kalau dirinya akan menjalankan rapat tersebut dengan sebaik baiknya. Pun ia juga mengatakan bahwa ia dan Fraksi PSI tetap dalam posisi meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk membuka dokumen perencanaan APBD 2020 ke website apbd.jakarta.go.id. "Pagi ini jam 10.00 WIB saya akan memenuhi panggilan dari Badan Kehormatan.

Saya akan menjalaninya sebaik baiknya. Saya dan Fraksi PSI tetap dalam posisi meminta Gubernur @aniesbaswedan untuk membuka dokumen perencanaan APBD 2020 ke website ," tulisnya.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menyoroti tanggapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal anggaran janggal di DKI Jakarta. Sebelumnya diwartakan, Anies Baswedan mengaku bahwa dirinya sudah mengetahui ada banyak anggaran janggal sebelum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bicara. Hal itu membuat Yunarto Wijaya salut sebab Anies Baswedan tak kalah dengan Ki Joko Bodo.

Tentu saja hal itu hanya sindiran dari Yunarto Wijaya untuk Anies Baswedan. Hal itu disampaikan oleh Yunarto Wijaya di akun Twitter miliknya, Selasa (5/11/2019). Yunarto Wijaya tampak mengomentari artikel berita soal Anies Baswedan.

Artikel itu berjudul "Banyak Anggaran Janggal, Anies: Saya Sudah Tahu Sebelum PSI Ngomong". Pernyataan itu pun kemudian ditanggapi oleh Yunarto Wijaya. Diketahui, Anies Baswedan ramai jadi perbincangan publik setelah adanya temuan anggaran janggal dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prirotas Anggaran Sementara (KUA PPAS) Tahun 2020 oleh anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PSI William Aditya Sarana.

Beberapa kejanggalan tersebut antara lain anggaran pengadaan lem aibon oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta sebesar Rp82 miliar, pengadaan bolpoin senilai Rp124 miliar oleh Suku Dinas Pendidjkan Wilayah I Jakarta Timur, serta pengadaan 7313 unit komputer. Dikutip dari Kompas.com, hal itu ditanggapi oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Ia mengatakan, sebelum diviralkan oleh PSI, Anies Baswedan mengaku sudah mengkaji dan mengkritik anak buahnya yang menganggarkan kegiatan dengan anggaran janggal.

Menurut dia, kritikan dari PSI itu sebagai ajak pihaknya cari panggung sebagai anggota fraksi baru. “Sebelum mereka ngomong, saya sudah ngomong. Saya sudah bicara di dalam (rapat internal Pemprov DKI Jakarta). Saya sudah bicara sebelumnya, dan kita review. Bedanya saya tidak manggung. Bagi orang orang baru, (jadi momen untuk) manggung. Ini adalah kesempatan beratraksi,” ujar Anies ditemui di Balai Kota, Rabu (30/10/2019). Ia mengaku, tak membuka anggaran anggaran janggal itu lantaran tak mau cari perhatian publik.

Anies Baswedan tengah fokus memperbaiki sistem penginputan anggaran. "Loh kalau saya itu bukan (untuk beratraksi, manggung). Saya mau memperbaiki sistem, bukan mencari perhatian. Jadi saya sering bicarakan. Orang ngomong itu ada tiga pilihan, menyelesaikan masalah, atau memperumit masalah, atau mengaktualisasi diri. Itu tiga pilihan itu kalau bicara. Nah saya bicara untuk menyelesaikan masalah," kata Anies Baswedan. Ia mengatakan, dirinya pun telah memanggil sejumlah dinas yang mengusulkan anggaran anggaran yang dilihatnya masih janggal.

"Karena itu saya panggil, saya koreksi satu per satu. Jadi anda sudah lihat forum (arahan Gub terkait KUA PPAS), cuman bedanya saya memang tidak umumkan"tuturnya. Pernyataan Anies Baswedan itu tampaknya ditanggapi dengan sindiran oleh Yunarto Wijaya. Menurut Yunarto Wijaya, Anies Baswedan tak kalah hebat dari Ki Joko Bodo.

"Gak kalah sama Ki Joko Bodo…," tulisnya. Banyak yang mempertanyakan, kenapa Anies Baswedan diam saja kalau memang sudah tahu. (*)

You may also like

Leave a Comment