Home Metropolitan Pemprov DKI Tampik Tudingan Lampaui Tenggat Waktu Pengerjaan Revitalisasi Monas Sisi Selatan

Pemprov DKI Tampik Tudingan Lampaui Tenggat Waktu Pengerjaan Revitalisasi Monas Sisi Selatan

by Nazira Khasanah

Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta Heru Hermawanto menampik tudingan pelanggaran waktu dari pengerjaan revitalisasi kawasan Monas sisi selatan. Dugaan hal ini dikuak oleh Komisi B DPRD DKI yang mengatakan pengerjaan revitalisasi sisi selatan dilakukan dengan target kerja 50 hari. Pelaksanaannya sendiri dimulai sejak 12 November 2019 lalu.

Jika sesuai target kerja, maka semestinya pengerjaan itu rampung akhir Desember 2019. Tapi nyatanya hingga kini pekerjaan proyek itu belum rampung meski sudah lewati tenggat yang ditentukan. Pihak dewan menyebut proyek dengan penganggaran tahun 2019 tidak bisa digarap pada tahun 2020.

Mengingat revitalisasi monas selatan masuk jenis proyek single year alias tahun tunggal. Berbeda dengan dewan, Heru justru menyebut Pemprov DKI bisa memperpanjang masa kerja selama 50 hari lagi, jika pihak kontraktor tak mampu menyelesaikan target 50 hari pertama. "Kalau pekerjaan 50 hari berarti selesainya akhir Desember. Kalau Desember nggak kelar, berarti ada perpanjangan waktu 50 hari. Berarti, perkiraan selesai di akhir februari," ujar Heru di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2020).

Akibat keterlambatan ini, Pemprov DKI juga sudah mengenakan denda administrasi kepada PT Bahana Prima Nusantara selaku kontraktor. Adapun desain proyek revitalisasi Monas selatan sudah selesai sejak Januari 2019 silam. Namun baru bisa dikerjakan pada pertengahan November 2019 karena pemenang sayembara desain telat menyerahkan detail engineering design (DED).

DED baru diserahkan pada September 2019, dan berbuntut efek domino pada proses lelang kontraktor revitalisasi Monas yang molor hingga November 2019. "Dirancangnya sudah lama, cuma pemenang lomba baru memberikan detail desainnya karena memang tidak mudah. Keterlambatan bukan di kita dong," ungkap Heru. Sebelumnya anggota Komisi B DPRD DKI pada Senin (20/1) melakukan sidak ke lokasi revitalisasi Monas sisi selatan.

Dari tulisan yang tertera di papan informasi, pengerjaan proyek dijalankan sejak November 2019. Padahal menurut mereka proyek yang dicanangkan pada tahun yang sama tidak bisa diteruskan pengerjaannya pada tahun berikutnya. Sebab proyek tersebut masuk kategori single year dan bukan multi years.

"Ini ada batasan 50 hari kerja, dari November. Kalau nggak selesai ya setop. Proyek ini bukan multi years. Kalau multi years itu seperti pembangunan rumah susun. Gini deh di setop dulu. Tidak ada pekerjaan tahun 2019 dikerjakan tahun 2020," ungkap Sekretaris Komisi B DPRD DKI Pandapotan Sinaga.

You may also like

Leave a Comment