Home Travel Mulai dari Pantangan hingga Banyaknya Promo Hotel 8 Fakta Hari Raya Nyepi

Mulai dari Pantangan hingga Banyaknya Promo Hotel 8 Fakta Hari Raya Nyepi

by Nazira Khasanah

Hari Raya Nyepi diperingati umat Hindu pada 25 Maret 2020. Hari Raya Nyepi merupakan perayaan tahun baru bagi umat Hindu yang didasarkan pada penanggalan atau kalender Saka. Tidak hanya sarat akan makna, Hari Raya Nyepi ternyata juga memiliki beberapa fakta unik yang jarang diketahui orang.

Berikut delapan fakta unik tentang Hari Raya Nyepi. Empat pantangan ini di antaranya, amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati geni (tidak menyalakan api) dan amati lelangunan (tidak bersenang senang). Perlu diketahui, empat pantangan ini tidak hanya dilakukan umat Hindu dan masyarakat Bali saja, tetapi para wisatawan yang ada di Bali juga wajib mengikutinya.

Saat Hari Raya Nyepi, traveler akan menemukan banyak jalanan lengang karena tidak ada satupun kendaraan yang lewat. Hanya ada pecalang yang lalu lalang dan berpatroli di jalanan serta mobil ambulans yang beroperasi. Selain motor dan mobil, aktivitas di bandara, tol, terminal, hingga pelabuhan pun diberhentikan pada Hari Nyepi.

Fakta unik tentang perayaan Hari Raya Nyepi berikutnya yakni menjadi Hari Bebas Polusi. Pasalnya saat perayaan ini berlangsung tak ada satupun kendaraan yang berlalu lalang di jalanan. Karena bebas polusi dari kendaraan bermotor saat siang hari, maka di malam harinya traveler bisa menikmati kondisi langit yang sangat bersih dan bertaburan bintang.

Bali bisa menghemat listrik sebesar 60 persen dari biasanya atau sekitar 290 megawatt saat Hari Raya Nyepi. Jika dinominalkan bisa menghemat hingga Rp 4 miliar. Selain listrik, Bali juga menghemat bahan bakar solar sekitar 500 ribu liter atau sebesar Rp 3 miliar atau 210 megawatt.

Ini akibat pengistirahatan dua pembangkit listrik di Bali. Kedua pembangkit yang diberhentikan operasinya tersebut yakni Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Pemaron yang biasa menghasilkan listrik sebesar 80 megawatt dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gilimanuk, yang biasa menghasilkan listrik sebesar 130 megawatt. Pertunjukan budaya ini digelar sebelum dan sesudah Hari Raya Nyepi.

Di hari sebelum Hari Raya Nyepi, masyarakat berbondong bondong membuat patung ogoh ogoh yang ukurannya super besar. Kemudian, dua hari sebelum Hari Nyepi umat Hindu akan melaksanakan Melasti atau sembahyang di laut. Sehari sebelum Hari Nyepi, ada pula Mecaru atau pawai ogoh ogoh.

Lalu, sehari setelah Hari Nyepi, ada tradisi omed omedan atau berciuman massal untuk menolak bala. Hari Raya Nyepi menjadi inspirasi PBB untuk menetapkan “World Silent Day” yang dirayakan setiap 21 Maret. World Silent Day ini bertujuan untuk mengurangi kegiatan yang merugikan bumi seperti global warming atau perubahan iklim.

Caranya, traveler cukup mematikan segala penggunaan listrik dan menghentikan segala kegiatan sejak pukul 10.00 14.00 setiap 21 Maret. Hari Raya Nyepi menjadi ajang bagi hotel untuk memberikan paket dengan harga murah. Biasanya paket akan dilengkapi makan pagi, siang, dan malam, juga ragam aktivitas menarik untuk menghibur tamu hotel di Hari Raya Nyepi.

Harga paket biasanya untuk tiga hari dua malam, dan mencapai 50 persen lebih murah dari hari biasa.

You may also like

Leave a Comment