Home Corona Menkop Akui Akses Pembiayaan KUR Tidak Mudah

Menkop Akui Akses Pembiayaan KUR Tidak Mudah

by Nazira Khasanah

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan ada banyak sumber pembiayaan bagi UMKM di pemerintah, satu di antaranya Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp190 trilun dengan bunga 6 persen dan plafon pinjaman hingga Rp500 juta. Menurutnya, KUR belum terserap hingga Rp129 triliun karena ada pembiayaan pembiayaan yang disalurkan lewat BLU pemerintah yang ada di berbagai kementerian, sebesar Rp30 triliun. “Problemnya, saya akui, masih belum mudah bagi UMKM untuk mengakses ke sana," ucap Teten dalam diskusi daring membahas akselerasi transformasi digital menghadapi The New Normal di Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Menteri Teten menyebut sebelum Covid 19, Rapat Kabinet pernah membahas alternatif pembiayaan untuk UMKM, terutama untuk usaha mikro dan kecil, yang tidak memiliki aset sebagai modal investasi. Dia mengatakan banyak perusahaan Fintech yang sudah membantu usaha mikro dan kecil yang unbankable. Pemerintah, melalui OJK, juga sudah banyak memberikan izin bagi perusahaan Fintech.

“Kalau ini disinergikan, yaitu seluruh sumber pembiayaan dari pemerintah dan swasta (Fintech), tentu akan sangat besar manfaatnya bagi UMKM Naik Kelas”, ujar Teten. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bobby Gafur menyatakan, masih banyak UMKM yang belum mampu mengakses dana perbankan dikarenakan sulitnya memenuhi persyaratan, terutama terkait agunan. "Dengan adanya perusahaan Fintech, seharusnya risk profile di perbankan akan terpotong. Di marketplace, kita bisa melihat kinerja UMKM dari trading history yang sudah dihasilkan", kata Bobby.

Jadi, bagi Bobby, dengan adanya analisa digital di marketplace, Fintech merupakan pintu baru bagi UMKM untuk dapat mengakses permodalan. "Bahkan, saya mengusulkan, dengan masih sulitnya UMKM mengakses KUR, bank pelaksana KUR bisa bekerja sama dengan perusahaan Fintech", jelas Bobby. Dalam kesempatan yang sama, COO KoinWorks Bernard Arifin menyatakan siap bekerjas ama atau menjadi jalur untuk menyalurkan KUR.

"Selama ini juga kita sudah biasa dan sering membiayai UMKM,” pungkas Bernard.

You may also like

Leave a Comment