Home Travel Mengapa Perayaan Tahun Baru di Berbagai Negara Identik dengan Pesta Kembang Api

Mengapa Perayaan Tahun Baru di Berbagai Negara Identik dengan Pesta Kembang Api

by Nazira Khasanah

Tahun 2019 baru saja berakhir, saatnya kita menyambut hari baru di tahun 2020. Apakah traveler ikut merayakan pesta tahun baru? Malam pergantian tahun biasanya dirayakan dengan berbagai acara meriah di berbagai negara, termasuk adanya pesta kembang api.

Mengapa saat pergantian tahun dirayakan dengan pesta kembang api? Biasanya kembang api yang dinyalakan saat malam tahun baru tidak hanya satu. Ada berbagai jenis dan corak kembang api yang mewarnai langit saat malam tahun baru.

Rupanya, tradisi kemban api saat malam tahun baru sudah ada sejak 2 ribu tahun lalu. Kembang api ditemukan dan dikembangkan sekitar 2 ribu tahun lalu di Tiongkok. Saat dinyalakan, kembang api zaman sekarang mengeluarkan suara keras seperti ledakan.

Sementara dulu kembang api masih sederhana. Hanya mengeluarkan bunyu 'pop' ketika dinyalakan. Tidak hanya suaranya yang berbeda.

Bentuk dan warna kembang api yang diledakkan juga berbeda dengan kembang api yang ada saat ini. Berbagai bentuk, warna, hingga suara ledakan kembang api ini bisa tercipta dari campuran bahan bahan yang digunakan. Kembang api terbuat dari campuran berbagai bahan, di antaranya kalium nitrat, sulfur, dan arang.

Nah, campuran berbagai bahan ini kemudian akan menghasilkan bubuk mesiu mentah yang akhirnya dapat memicu ledakan. Dulunya kembang api dibungkus dengan tunas bambu. Tunas bambu berisi bubuk mesiu mentah ini kemudian akan dilemparkan ke dalam api, lalu menghasilkan ledakan dengan percikan warna warni.

Saat ini kembang api sudah mengalami banyak perubahan. Kembang api yang dulunya dibungkus tunas bambu, sekarang dibungkus tabung dari kertas. Bentuk kembang api zaman dulu dan sekarang pun sangat berbeda.

Dulu kembang api tidak memakai sumbu, sehingga untuk menyalakannya harus dilempar ke perapian. Kembang api zaman modern lebih mudah dinyalakan dan dinikmati karena sudah ada sumbu untuk menyalakannya. Saat ini kembang api sering dinyalakan sebagai simbol perayaan.

Mulai dari tahun baru, ulang tahun perusahaan dan masih banyak lagi. Padahal, tujuan kembang api saat pertama kali diciptakan bukan untuk perayaan. Kembang api diciptakan masyarakat Tiongkok untuk memperoleh kehidupan pribadi.

Orang orang Tiongkok pada zaman dahulu percaya suara ledakan dari kembang api bisa mengusir roh jahat. Setelah tahun 1295, kembang api mulai menyebar ke Eropa, setelah Marco Polo membawanya dari Tiongkok. Kembang api yang dibawa ke Eropa inilah awal mula kembang api dipakai untuk simbol perayaan.

Di Rusia misalnya, biasanya kembang api dinyalakan selama lima jam untuk merayakan kelahiran putra pemimpin Rusia. Sedangkan di Inggris, kembang api pertama kali dinyalakan tahun 1486 sebagai simbol perayaan pesta pernikahan Henry VII. Warna warni kembang api seperti yang kita lihat saat ini juga dikembangkan oleh orang Eropa.

Warga Italia menambahkan bahan lain untuk meningkatkan kecerahan cahaya serta bentuk kembang api.

You may also like

Leave a Comment