Home Internasional Kim Jong Un Tak Hadiri Perayaan HUT Ke-88 Tentara Korea Utara

Kim Jong Un Tak Hadiri Perayaan HUT Ke-88 Tentara Korea Utara

by Nazira Khasanah

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un tengah ramai dibicarakan lantarankondisi kesehatannya sempat dikabarkan memburuk. Kesimpang siuran kabar tersebut masih terus bergulir. Apalagi, Kim Jong Un dikabarkan tidak menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun Angkatan Bersenjata negaranya sendiri pada hari ini, Sabtu (25/4/2020).

Media Korea Selatan, Yonhap, melaporkan media negara tertutup itu sudah memulai perayaan 88 tahun berdirinya Tentara Revolusi Rakyat Korea (KPRA). Hong Kong Satellite Television melaporkan Kim Jong Un meninggal. Namun laporan tersebut belum terkonfirmasi oleh AS.

Kepada Newsweek, sumber dari Pentagon menerangkan bahwa militer Korut masih mempertahankan kesiapan mereka berdasarkan norma historis. "Saat ini, belum terdapat bukti kuat bakal terjadinya perubahan signifikan dalam sektor pertahanan atau kepemimpinan nasional," ucap sumber itu. Perayaan itu di tengah kabar China sebagai sekutu utama Pyongyang, mengirim tim berisikan dokter untuk memantau kondisi kesehatan Kim.

Terakhir kali Kim tampil di depan publik adalah saat memimpin rapat Dewan Politbiro Partai Buruh pada 11 April lalu, dilansir Reuters. Pejabat dari China, Rusia, maupun Presiden AS Donald Trump sama sama membantah Kim mengalami kondisi kritis sejak operasi kardiovaskular pada 12 April. Spekulasi mengenai kesehatan Kim muncul setelah dia absen pada perayaan Hari Matahari, yang notabene adalah kakekhya sekaligus pendiri Korut, Kim Il Sung, pada 15 April.

Setelah itu, Daily NK, media yang dikelola sebagian pembelot Korut, melaporkan Kim berada dalam kondisi kritis setelah menjalani operasi kardiovaskular. Kim Jong Un yang dilaporkan beristirahat di sebuah vila menjalani pembedahan itu sebagai dampak dari obesitas, kelelahan bekerja, dan fakta dia adalah perokok berat. Namun beberapa pekan kemudian, KCNA yang merupakan media resmi Pyongyang merilis kabar Kim menerima karangan bunga sebagai peringatan setahun dia mengunjungi Rusia.

Reuters memberitakan, pemimpin yang diyakini berusia 36 tahun itu masih hidup dan segera tampil di muka publik dalam waktu dekat. Meski begitu, ini bukan pertama kalinya sang pemimpin tertinggi hilang dari sorot kamera. Pada 2016, dia sempat menghilang selama enam pekan.

Dia kemudian tampil menyapa rakyatnya sambil mengenakan tongkat. Berdasar intelijen Korsel, dia menjalani operasi pengangkatan kista dari pergelangan kakinya.

You may also like

Leave a Comment