Home Internasional Kim Jong Un Nongol di Acara Peresmian Pabrik Pupuk Bantah Spekulasi Telah Meninggal

Kim Jong Un Nongol di Acara Peresmian Pabrik Pupuk Bantah Spekulasi Telah Meninggal

by Nazira Khasanah

KCNA, kantor berita Korea Utara, melaporkan pada Sabtu (2/5), Pemimpin Kim Jong Un menghadiri peresmian pabrik pupuk di wilayah Utara Pyongyang. Ini laporan pertama kegiatan publik Kim sejak 11 April lalu. "Pemimpin Kim Jong Un menghadiri upacara pada Jumat (1/5/2020) dan semua peserta bersorak sorai, hore! ketika Pemimpin muncul," kataKCNAseperti dikutipReuters. Tapi,Reuterstidak bisa memverifikasi laporanKCNAsecara independen.

Ada spekulasi tentang kesehatan Kim setelah dia melewatkan perayaan ulang tahun kelahiran Pendiri Korea Utara Kim Il Sung pada 15 April. Hari itu adalah hari libur utama di Korea Utara dan Kim sebagai pemimpin biasanya berkunjung ke mausoleum, pemakaman sang kakek. Kim belum muncul di depan umum sejak memimpin rapat politbiro Partai Buruh pada 11 April lalu.

Di hari berikutnya, media pemerintah melaporkan dia memeriksa jet tempur di unit pertahanan udara Korea Utara. Kim pun menjadi subjek spekulasi global sejak laporan muncul pada 20 April yang menyebutkan, ia telah menjalani prosedur kardiovaskular pada minggu sebelumnya. Desas desus kesehatan Kim pun berseliweran. Media Korea Utara belum melaporkan keberadaan Kim sejak ia memimpin pertemuan pada 11 April lalu, yang memicu spekulasi kuat tentang kesehatannya dan meningkatkan kekhawatiran tentang ketidakstabilan di Korea Utara.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan, Amerika Serikat (AS) masih tidak mengetahui keberadaan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan sedang mengawasi laporan tentang kesehatannya. "Kami belum melihatnya. Kami tidak memiliki informasi untuk dilaporkan hari ini, kami mengawasinya dengan cermat," kata Pompeo kepadaFox News,Rabu (29/4/2020), menjawab pertanyaan soal laporan yang saling bertentangan tentang kesehatan Kim seperti dikutipReuters. Tapi, Pompeo menyatakan, AS juga memantau situasi yang lebih luas di Korea Utara, menyusul risiko yang timbul dari pandemi virus corona baru.

"Ada risiko nyata, akan ada kelaparan, kekurangan makanan, juga di Korea Utara," ujarnya. "Kami memperhatikan setiap hal itu dengan cermat, karena mereka memiliki dampak nyata pada misi kami, yang pada akhirnya akan mendenuklirisasi Korea Utara". Sumber:Reuters| Editor:S.S. Kurniawan

You may also like

Leave a Comment