Home Nasional Ini Hari Kerja! Rahmat HS Sebut Banjir Jakarta Terjadi di Hari Libur Berkat Doa Anies Guntur Romli

Ini Hari Kerja! Rahmat HS Sebut Banjir Jakarta Terjadi di Hari Libur Berkat Doa Anies Guntur Romli

by Nazira Khasanah

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Guntur Romli, kesal dengan ucapan Wakil Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Rahmat HS soal banjir. Rahmat HS di tayangan Apa Kabar Indonesia tvOne , Minggu (23/2/2010) sempat menyebut harusnya warga Jakarta bersyukur lantaran banjir hanya terjadi di hari libur. Bahkan Rahmat HS mengklaim peristiwa banjir Jakarta di hari libur adalah doa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Guntur Romli langsung mengingatkan banjir yang baru saja terjadi di Jakarta melanda pada hari kerja, yakni Selasa (25/2/2020). Guntur Romli awalnya membeberkan bahwa di awal tahun 2020 ini sudah terjadi lima kali banjir di ibu kota. "Lima kali banjir di Jakarta itu saya catat, biar tidak dianggap hoaks," ucap Guntur Romli.

"Tanggal 1 Januari, 24 Januari, 8 Februari, 23 Februari, dan yang terakhi 25 Februari hari ini semoga yang terakhir," terangnya. "Kita sama sama berdoa, bukan ingin banjir terus," harapnya. Guntur Romli mengaku heran dengan sikap para pendukung Anies yang menurutnya malah terus membela sang gubernur.

Termasuk di antaranya Rahmat HS yang mengajak warga untuk bersyukur lantaran berkat doa Anies, maka banjir melanda hanya di hari libur. "Ketika banjir terus, sikap pendukung Pak Anies itu bukan mengkritik, bukan untuk menyelesaikan, tapi malah terus membela," ujar Guntur Romli. "Kemarin kita dikagetkan ada istilah 'Gubernur Soleh', banjir karena doa gubernur soleh, banjir besar hanya hari libur."

Kesal dengan pernyataan Rahmat HS, kini Guntur Romli membalas bahwa banjir tak lagi di hari libur. Ia pun memperingatkan agar orang orang lebih berhati hati dalam berujar. "Dijawab, hari Selasa, hari kerja, banjir," kata Guntur Romli.

"Jadi hati hati kalau bicara sekarang itu," sambungnya. Guntur Romli juga mengungkit unggahan Anies di media sosial yang menunjukkan penampakan baru Jakarta yang kemudian disindir warganet dengan banjir. "Hari Sabtu Pak Anies posting 'Wajah Baru Jakarta', hari Minggunya 'Wajah Banjir Jakarta', di mana mana foto itu ada," kata Guntur Romli.

Dalam tayangan itu, Guntur Romli menyebutkan ada sebuah meme atau gambar bertulisan lelucon yang menyebut banjir disebabkan karena salah memilih gubernur. Ketika pembawa acara ILC, Karni Ilyas, meminta Guntur Romli berpendapat, politisi PSI itu langsung mengaitkan banjir dengan sosok Anies dan pendidikan politik. "Masalah banjir dibahas di ILC ini pertama saya ingin mengaitkan ini soal pendidikan politik," ungkap Guntur Romli.

"Karena kan pasti sisi banjir tadi juga disebutkan juga ada sisi politik di situ, dan juga tentu saja terkait dengan sosok figur Pak Anies Baswedan," sambungnya. Guntur Romli menyebut terpilihnya Anies sebagai Gubernur Jakarta bisa menjadi pelajaran untuk masyarakat. "Bahwa menurut saya, kegagalan Pak Anies mengatasi banjir, penanggulangan banjir, itu bisa menjadi pelajaran pendidikan politik yang baik bagi warga Jakarta dan juga bagi Indonesia," ujarnya.

Guntur Romli mengungkit soal Pilkada Jakarta di mana isu SARA menjadi sorotan banyak pihak. Ia menyayangkan sikap sebagian masyarakat yang memilih pemimpin dengan mengaitkan isu SARA, bukan memperhatikan pada kemampuan sang calon pemimpin. Guntur Romli mengaku sejak awal sudah bisa menebak bahwa kepemimpinan Anies akan tidak beres, seperti dalam mengatasi banjir.

"Bahwa dalam Pilkada DKI tahun 2016 tahun 2017, yang sering didiskusikan, yang dipertanyakan bukan kapabilitas seorang pemimpin mengatasi banjir," ucap Guntur Romli. "Tapi adalah isu SARA. Ketika seseorang dipilih atas dasar politik ayat dan mayat, maka ketika gagal mengatasi banjir, itu sudah kami prediksi sejak mula," imbuhnya. Guntur Romli pun teringat akan sebuah meme soal banjir yang merupakan sindiran bagi Anies.

Meme tersebut menganggap banjir tak hanya disebabkan membuang sampah sembarangan, namun juga memilih gubernur sembarangan. "Makanya meme yang ada di media sosial yang ramai 'Banjir tidak hanya disebabkan oleh buang sampah sembarangan, tapi juga memilih gubernur sembarangan' ini meme ya," terangnya. Meme sindiran untuk Anies itu banyak tersebar di berbagai media sosial.

Kini Guntur Romli mengingatkan masyarakat agar tidak lagi menyoroti isu SARA sehingga mengesampingkan kemampuan calon pemimpin. Aktivis Sosial, Geisz Chalifah membantah pernyataan Politisi PSI yang mengkritik kinerja Anies. Chalifah menyebut Anies memiliki 40 lebih prestasi selama menjabat sebagai gubernur ibu kota.

Menurutnya, kritik yang ia anggap sebagai bully an itu merupakan buntut dari Pilkada DKI Jakarta pada 2017. Ia menilai PSI tidak puas dengan hasil Pilkada dan mengenai gagalnya reklamasi, sehingga berupaya menjegal sang gubernur. Upaya menjegal itu Chalifah lihat dari kirtik kritik yang hampir setiap hari dilontarkan PSI untuk Anies, dan seolah olah tidak ada masalah lain selain di DKI Jakarta.

"PSI itu setiap hari kerjaannya membully Anies, seolah tidak ada masalah lain selain Jakarta," ujar Chalifah dikutip dari kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa (25/2/2020). Ia pun kemudian membeberkan prestasi Anies Baswedan dengan membandingkan harga bahan pokok di Jakarta dengan Papua. "Stabilitas bahan pokok, hari ini gula di Irian itu Rp 17.000, di Jakarta tetap stabil Rp 14.170. Itu kan luar biasa buat kalangan miskin, masyarakat terlindungi," paparnya.

You may also like

Leave a Comment