Home Kesehatan Efeknya Bisa Fatal Jangan Sembarangan Konsumsi Obat Klorokuin Tanpa Resep Dokter

Efeknya Bisa Fatal Jangan Sembarangan Konsumsi Obat Klorokuin Tanpa Resep Dokter

by Nazira Khasanah

Ada dua jenis obat yang disiapkan oleh Pemerintah dan diyakini ampuh menyembuhkan pasien virus corona (Covid 19), yaitu avigan dan klorokuin. Covid 19 merupakan penyakit yang disebabkan virus corona jenis SARS Cov 2. Pemerintah lantas mendatangkan 5.000 butir avigan, dan tengah memesan dua juta butir lagi.

Sementara klorokuin sudah disiapkan sebanyak tiga juta butir. Jurubicara Pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, mengimbau masyarakat tidak membeli dan menyimpan obat jenis klorokuin. Selain bukan merupakan obat untuk mencegah infeksi virus corona, klorokuin juga merupakan jenis obat keras yang tak boleh sembarangan dikonsumsi.

Klorokuin diberikan kepada pasien dengan resep dokter. "Ini obat yang diberikan dengan resep dokter dan dengan pengawasan," kata Yuri. Bahkan, seorang anak perempuan dari Tulsa, Oklahoma meninggal karena meminumnya.

Lana dan Steve Ervin kehilangan anak mereka, Ashley, setelah anak mereka tidak sengaja menelan apa yang diyakini sebagai pil klorokuin 37 tahun lalu. Saat itu, tanpa diketahui, Ashley menemukan obat anti malaria yang tersimpan di laci kamar mandi. Obat tersebut digunakan oleh Steve untuk menangkal malaria pada perjalanan misi ke negara negara asing.

Menurut Lana, mereka telah diingatkan tentang betapa berbahayanya obat anti malaria saat itu. Melalui The Oklahoman, Lana dan Steve mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap efek samping obat yang berpotensi mematikan. "Kita harus memberi tahu orang orang ini berbahaya," kata Lana.

"Ketika saya pertama kali mendengar mereka mengatakannya, saya pikir saya perlu memberi tahu orang lain." Meski begitu, Lana mengaku tidak bermaksud mencegah orang minum obat anti malaria jika peneliti membuktikan itu dapat memerangi virus corona. "Semoga itu benar benar melayani pengobatan Covid 19," katanya dalam pemberitaan surat kabar itu.

"Tapi orang tua, kakek dan nenek, semua orang perlu tahu. Itu berbahaya." Sementara itu, Direktur pelaksana Oklahoma Center for Poison and Drug Information, Scott Schaeffer mengatakan, hydroxychloroquine juga sedang ditinjau sebagai pengobatan Covid 19 yang potensial. Hydroxychloroquine cenderung ditoleransi lebih baik daripada chloroquine, tetapi perlu waspada akan keduanya.

"Hydroxychloroquine tidak seburuk itu, tetapi masih harus berhati hati untuk menjauhkannya dari jangkauan anak anak, karena dapat memiliki efek yang sangat mirip chloroquine," kata Schaeffer.

You may also like

Leave a Comment