Home Sport Akun All England Balas dengan Foto Ini Twitter BWF Puji Minions Siapa yang Bisa Hentikan Mereka

Akun All England Balas dengan Foto Ini Twitter BWF Puji Minions Siapa yang Bisa Hentikan Mereka

by Nazira Khasanah

Momen kemenangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di French Open 2019 tak luput dari perhatian media asing. Hal ini ditunjukkan oleh akun Twitter resmi Badminton World Federation (BWF), @bwfmedia. Pada akun Twitter itu, BWF mengunggah sebuah video berjudul 'Indonesian Titans' itu berisi pencapaian pasangan ganda putra nomor satu dunia itu.

Sepanjang perjalanan karier bulutangkis mereka, setidaknya Marcus/Kevin sudah meraih 15 gelar BWF World Tour. Tujuh di antaranya telah dikumpulkan oleh Minions sepanjang tahun 2019. Sebanyak 52 laga pun sudah dilakoni Minions dan mereka hanya kalah tujuh kali selama menjalani pertandingan BWF World Tour.

Dengan pencapaian Marcus/Kevin ini pantas jika akun BWF menyebut mereka sebagai "Indonesian Titans" alias 'raksasanya Indonesia.' Dalam keterangan unggahannya pun BWF menuliskan kalimat yang menarik. "The Magic Minions. Can anything or anyone stop them? (The Magic Minions. Adakah sesuatu atau seseorang yang bisa menghentikan mereka?)" tulis @bwfmedia pada unggahannya Selasa (29/10/2019).

Unggahan itu pun ramai diserbu warganet Indonesia. "Badan boleh mungil, tapi skill," balas @annazuhria. "Tengil dan selalu nge kill," komentar @FaisalHamzah_11.

Yang menarik perhatian dari unggahan @bwfmedia ini adalah balasan dari akun ofisial All England. Akun @YonexAllEngland tersebut membalas unggahan @bwfmedia dengan sebuah foto. Rupanya, @YonexAllEngland membalas dengan foto Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang sedang berswafoto di podium sambil memamerkan medali.

Akun itu pun seakan mengingatkan ofisial BWF bahwa ada The Daddies yang menjegal Minions di ajang paling prestisius,Badminton World Championships 2019. "Hi @bwfmedia (emoji tangan melambai)," tulis @YonexAllEngland. Aksi 'tweet war' lucu antara BWF dan Yonex All England ini pun ramai dikomentari warganet Indonesia.

"Wkwk Yonex sama BWF ngapain sih haha," tulis @IntanMaylani. "Ayo baku hantam!" tulis @EkaWrdhni. "Gelud gelud gelud," tulis @wniings.

"they only can stop by each other. Minions stop by daddies. And daddies stop by minions and tiredness," komentar @Ji2hyun2. Tapi ada pula yang membalasnya lagi dengan foto Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang berhasil mengalahkan Minions dua kali. "Wait…wait…we already stopped Minion twice," tulis @enienie.

Setelah menjuarai ajang dunia paling bergengsi, BWF World Championships 2019, nama Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan makin santer dibicarakan. Pasangan yang digadang gadang sebagai legenda hidup bulutangkis ini berhasil memperoleh kemenangan gelar juara untuk ketiga kalinya di usia yang tak lagi muda. Selama berpasangan, keduanya pernah meraih medali emas BWF World Championships pada 2013 dan 2015.

Semakin banyak perbincangan menarik terkait kehidupan pribadi keduanya. Satu di antaranya rasa penasaran akan kemegahan rumah Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan terkuak dalam sebuah vlog yang dipublikasikan oleh kanal resmi PB Djarum, 26 Agustus 2019. Dalam video yang berjudul 'Vlog Istri The Daddies Berkeliling Menunjukkan Isi Rumah Mereka!' merekam kemewahan rumah atlet bulutangkis nomor dua dunia tersebut.

Istri dari Mohammad Ahsan, Christine Novitania menunjukkan bagian dalam rumah megah mereka. Diawali dengan deretan medali yang tersusun rapih di rak kaca yang tertempel di dinding. Setidaknya ada 40 medali yang terpanjang di rak tersebut selama pencapaian Mohammad Ahsan berkarier di dunia bulutangkis.

Christine menceritakan, medali yang terpajang ini adalah medali yang paling berkesan bagi pria yang kerap dipanggil Babah Ahsan tersebut. Bahkan medali terakhir yang terpampang yakni hasil dari kejuaraan di Singapura pada 2018 silam yang berarti belum memajang hasil kejuaraan selama tahun 2019 ini. "Terakhir itu adalah medali yang didapat Babah waktu di Singapura tahun 2018," ujar Christine.

Bergeser di sudut lain, nampak meja yang dipenuhi berbagai piringan, piala, dan piagam penghargaan. "Pokoknya yang saya pasang di sini sih belum semua, cuma momen momen yang penting aja sih yang kita pajang di sini," jelas Christine. Saat bergeser ke sudut lain, nampak interior mewah bertema monokrom di ruang keluarga Mohammad Ahsan ini.

Christine juga memperlihatkan di mana spot favorit pria kelahiran Palembang, 7 September 1987 tersebut saat menghabiskan waktu di rumah. Ia menunjuk sofa berwarna coklat yang sering digunakan Babah Ahsan untuk sekadar bersantai. "Dia (Ahsan) suka tidur tiduran di sini, suka males malesan, kadang sampai ketiduran di sini," ungkap Christine.

Tak lupa ia juga menunjukkan sebuah figura berisi artikel yang sangat berkesan untuk keluarga Ahsan. Artikel tersebut dibuat oleh Hamid Awaludin yang menceritakan perjuangan atlet ini pada kancah Kejuaraan Dunia tahun 2015. Alasan Christine memajang artikel tersebut lantaran berisi kalimat yang sangat mengharukan bagi keluarga Ahsan.

"Ini artikel dari Pak Hamid Awaludin, kata katanya tuh mengharukanlah pokoknya," ungkap Christine. Tak hanya Christine, istri dari Hendra Setiawan pun turut Sandra Arief membeberkan isi rumah mereka. Awalnya, Sandra menunjukkan spot favorit pria yang akrab dipanggil Koh Hendra, yakni sofa hitam di ruang keluarga yang dipenuhi mainan ketiga anaknya.

"Terus ini (menunjuk sofa), biasanya Hendra juga suka duduk di sini, nemenin anak anak nonton film terus mainan sama anak anak," ungkap Sandra. Bergeser ke sudut lain, ia menunjukkan ruang piala Hendra yang berisi jejeran lemari kaca mewah. Dalam lemari itu dipamerkan beberapa medali dan penghargaan yang didapatkan Hendra selama berkarier.

Bahkan, Sandra menunjukkan beberapa action figure yang terpajang dan membeberkan tokoh superhero kesayangan sang suami yakni Batman. "Terus ini ada ini (menunjuk salah satu action figure) kan Hendra suka Batman ya, jadi waktu itu saya beliin," jelas Sandra. Sebagai penutup, ia juga menunjukkan satu piala megah yang Hendra dapatkan.

Piala berwarna putih transparan tersebut adalah piala Olimpiade pada 2008 silam. "Terus piala waktu Olympic dulu 2008," kata Sandra. Video berdurasi tiga menit 20 detik tersebut sudah ditonton sebanyak 84 ribu lebih dan disukai 2,6 ribu pengguna YouTube.

You may also like

Leave a Comment