Home Kesehatan Ada 6 Cara Mengatasinya Sakit Kepala di Masa Kehamilan

Ada 6 Cara Mengatasinya Sakit Kepala di Masa Kehamilan

by Nazira Khasanah

Pada masa kehamilan, setiap orang akan merasakan dan mengalami hal berbeda. Ada yang mengalami pusing atau sakit kepala, ada juga yang menikmati kehamilan 40 minggu tanpa merasakan sesuatu yang mengganggu, seperti sakit kepala atau mual muntah. Ahli saraf Nasima Shadbehr, DO, menjelaskan soal ini.

Sakit kepala terbagi dalam dua kategori: primer atau sekunder. Sakit kepala sekunder disebabkan oleh masalah kesehatan yang mendasarinya, seperti infeksi sinus atau tekanan darah tinggi. Sakit kepala primer bersifat mandiri rasa sakit yang dirasakan adalah akibat langsung dari sakit kepala itu sendiri. Migrain adalah salah satunya.

Mengapa bisa mengalami sakit kepala selama kehamilan? Salahkan pada hormon. Hal hal yang sangat membantu tubuh menjaga bayi dalam kandungan tetap dalam kondisi sehat bisa menyebabkan sakit kepala. Begitu juga peningkatan volume darah yang terjadi selama trimester pertama.

Faktor faktor lain yang mungkin menyebabkan sakit kepala selama kehamilan, yaitu makan makanan tertentu (pemicu migrain), tidak cukup minum air, kurang tidur, tidak mendapatkan nutrisi yang baik, serta stres. Yang perlu menjadi catatan adalah, lebih dari seperempat wanita yang sering mengalami migrain sebelum hamil, cenderung akan mengalaminya juga selama kehamilan. Tetapi dalam kasus yang melibatkan sakit kepala sekunder, beberapa hal berikut bisa jadi penyebabnya: Preeklampsia (darah tinggi saat hamil).

“Kami memerhatikan setiap orang dengan cermat dan menilai gejalanya,” kata Dr. Shadbehr. "Pertanyaan pertama yang ingin kami ketahui adalah, ‘Apakah ini sakit kepala utama atau tanda peringatan dari kondisi yang mendasarinya?’ " Bagaimana cara mengatasi sakit kepala selama kehamilan?

Menurut Dr. Shadbehr, kebanyakan wanita mengalami peningkatan intensitas migrain atau sakit kepala saat kehamilan mereka berlangsung. Tetapi, enam cara berikut bisa membantu mengatasi sakit kepala yang muncul dalam masa kehamilan: 1. Buat buku harian sakit kepala Dengan melacak kapan sakit kepala muncul, akan lebih mudah untuk melihat setiap masalah yang harus diketahui dokter.

2. Ketahui pemicu sakit kepala Buku harian sakit kepala juga dapat membantu mengenali dan menghindari pemicu potensial. Dengan begitu, jika itu keju yang membuat sakit kepala, segeralah menghindarinya. Pemicu umum lainnya adalah daging olahan, cokelat, MSG, dan pisang yang terlalu matang. 3. Hidrasi Dr. Shadbehr merekomendasikan minum sekitar 8 hingga 10 gelas air setiap hari, sesuai dengan kebutuhan harian tubuh.

4. Tidur cukup Delapan jam tidur tanpa gangguan setiap malam adalah hal yang ideal. 5. Cobalah pengobatan alami yang aman Berbaring di ruangan gelap atau meletakkan kain dingin di atas kepala dapat meringankan sakit kepala. "Tetapi penting untuk mendiskusikan pengobatan alami apa pun dengan dokter sebelum menerapkannya," Dr. Shadbehr memperingatkan.

"Berbagai zat dalam pengobatan alami, bukan hanya dapat berpengaruh secara negatif pada kamu, tapi juga anakmu yang belum lahir secara negatif." 6. Cobalah terapi fisik Postur tubuh yang berubah, terutama di trimester akhir kehamilan, dapat menyebabkan sakit kepala. Memperkuat otot leher dan bahu melalui terapi fisik dapat membantu mengatasi hal ini.

Dr. Shadbehr menekankan, untuk melibatkan dokter dalam pengambilan keputusan apa pun, terutama ketika mempertimbangkan pengobatan. “Ini harus merupakan keputusan bersama antara pasien, ahli saraf, dan ahli kandungan. Bersama sama, dokter dan pasien menentukan pendekatan pengobatan terbaik bagi ibu dan janinnya untuk mengatasi sakit kepala primer atau sekunder."

You may also like

Leave a Comment