Home Kesehatan 7 Cara Cegah Dehidrasi Dan Heat Stroke Akibat Cuaca Panas

7 Cara Cegah Dehidrasi Dan Heat Stroke Akibat Cuaca Panas

by Nazira Khasanah

Beberapa hari ini cuaca di beberapa kota di Indonesia terasa sangat panas. Mereka yang beraktivitas di bawah sengatan matahari dalam waktu yang lama, berisiko terkena dehidrasi. Jika dibiarkan, komplikasi bisa berkembang lebih parah menjadi heat stroke .

Dehidrasi maupun heat stroke , sebaiknya tidak diremehkan. Pada kondisi yang parah, keduanya bisa mengancam keselamatan jiwa. Saat berada di bawah sengatan sinar matahari dalam jangka waktu yang lama, cairan di tubuh lama kelamaan akan berkurang. Jika cairan yang kita konsumsi jumlahnya kurang, dehidrasi bisa terjadi.

Sementara itu, heat stroke adalah salah satu bentuk komplikasi dari dehidrasi. Kondisi ini adalah yang paling parah, dibandingkan dengan penyakit yang berkaitan dengan cuaca panas lainnya. Jika tidak segera ditangani, heat stroke dapat dengan cepat merusak otak, jantung, ginjal, otot, dan bahkan bisa mengancam nyawa. Saat seseorang mengalami dehidrasi dan tubuh tidak mengeluarkan cukup keringat untuk menurunkan suhu, maka suhu di tubuh akan naik hingga tingkat yang berbahaya. Kondisi inilah yang dinamakan heat stroke . Kondisi ini bisa terjadi secara tiba tiba dan merupakan kegawatdaruratan medis.

Mengenali gejala dehidrasi maupun heat stroke, dapat meningkatkan kewaspadaan kita terhadap kedua kondisi ini. Berikut ini gejala dehidrasi yang perlu dikenali. Gejala heat stroke yang paling mudah dikenali adalah suhu tubuh yang sangat panas, hingga mencapai 40 derajat Celsius, atau bahkan lebih. Orang yang terkena heat stroke umumnya akan langsung pingsan. Selain itu, kondisi kondisi di bawah ini juga dapat muncul sebagai gejala heat stroke .

Bagi mereka yang beraktivitas di bawah terik matahari, sebaiknya lakukan langkah langkah di bawah ini untuk mencegah terjadinya dehidrasi maupun heat stroke akibat panasnya cuaca. Mengenali gejala dehidrasi di atas, dapat membantu untuk segera mengambil langkah langkah yang diperlukan, agar kondisi tidak bertambah parah. Jangan tunda untuk minum saat merasa haus. Rasa haus merupakan “kode” dari tubuh, saat ia kekurangan cairan. Pada situasi yang panas, rasa haus yang dibiarkan dapat berkembang menjadi dehidrasi, dan tidak menutup kemungkinan terjadi heat stroke.

Saat buang air kecil, perhatikan warna urine yang keluar. Jika warnanya kuning tua atau bahkan cokelat, maka itu tandanya kamu sudah dehidrasi. Segera perbanyak konsumsi air, apabila hal tersebut terjadi. Saat cuaca panas, kita jangan merasa cukup ketika sudah mengonsumsi delapan gelas air dalam sehari. Tubuh membutuhkan lebih banyak dari itu, karena cairan yang keluar pun lebih banyak. Bila perlu, kamu juga bisa mengonsumsi elektrolit tambahan untuk menjaga cairan di tubuh. Ada banyak minuman elektrolit kemasan yang bisa dikonsumsi.

Pakaian berwarna gelap dapat menyerap panas lebih banyak, sehingga suhu tubuh bisa naik. Oleh karena itu, sebaiknya pilihlah pakaian berwarna terang. Kafein dapat menyerap cairan yang ada di tubuh, dan membuat kita menjadi lebih berisiko terkena dehidrasi. Jadi, meneguk kopi untuk menghilangkan dahaga, bukanlah pilihan bijak. Banyak minum air putih adalah cara paling sederhana untuk terhindar dari dehidrasi maupun heat stroke. Jika memungkinkan, lindungi kepala dengan menggunakan topi, agar sengatan panas sedikit berkurang.

Jenis makanan yang dikonsumsi selama berkegiatan di bawah sengatan sinar matahari pun dapat membantu mencukupi kebutuhan cairan yang lebih bayak, dibandingkan biasanya. Buah dan sayur merupakan jenis makanan yang masuk rekomendasi untuk dikonsumsi saat cuaca panas.

You may also like

Leave a Comment