Home Sains 08 WIB Foto-foto Super Pink Moon Dini Hari Tadi Puncak Supermoon atau Purnama Perige Pukul 01

08 WIB Foto-foto Super Pink Moon Dini Hari Tadi Puncak Supermoon atau Purnama Perige Pukul 01

by Nazira Khasanah

Fenomena Supermoon atau Purnama Perige telah terjadi dini hari tadi, Rabu (8/4/2020). Sejumlah warganet pun turut mengabadikan Supermoon tersebut melalui sebuah foto. Adapun Supermoon kali ini disebut juga sebagai Super Pink Moon.

Istilah Pink di sini tak merujuk pada warna penampakan bulannya. Menurut laman CNN, penamaan pink diambil dari bunga bunga yang mulai bermekaran di bulan ini, utamanya bunga Wild Ground Phlox. Bunga Wild Ground Phlox itu berwarna pink atau merah muda.

Laman AJ+ dalam akun Twitter nya @ajplus menyebut Supermoon yang terbesar dan tercerlang di 2020 itu juga terlihat dari Indonesia, Jerman, Inggris, Rusia, dan beberapa negara lainnya. Akun tersebut juga mengunggah foto foto bulan itu. Terlihat bulannya berbentuk bulat.

Warnanya pun indah, tampak berwarna oranye. "Don't forget to look at the sky tonight: the pink #supermoon is the biggest and brightest moon we'll see in 2020." "Already spotted in places like: United Kingdom, Germany, Indonesia, Russia," tulis @ajplus.

Warganet @phdabmd juga turut mengunggah foto penampakan bulan tersebut. Dia menyebut mengabadikan potret bulan itu dari Aurora Hill, Baguio City. "The best shot for the #supermoon," tulisnya.

Warganet lain juga mengunggah serupa. Akun @edselnikko menyebut, foto tersebut diambil pada pukul 2.09. "Never stop looking up. "Pink Supermoon" 4/8/2020 | 2:09 a.m. Camera with flash Canon EOS 550D, ISO200, f/5.6, 1/320s," tulisnya.

Berikut adalah postingan mengenai Supermoon dari warganet lain: Jadwal puncak dari Supermoon ini awalnya diperkirakan terjadi pada pukul 01.08 WIB. Namun, puncak Purnama Perige ini berlangsungnya tak lama.

Hal ini sempat disampaikan Kepala Bidang Geopotensial Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Hendra Suarta, dalam berita yang dimuat Kompas.com. "Sebentar saja, enggak lama (puncaknya), lewat saja. Kalau besar tetap besar terus, malam sampai pagi juga besar terus. Hanya dia di puncak terbesarnya jam 01.08 WIB," katanya. Nah, fenomena alam Supermoon ini merupakan kedua kalinya terjadi pada 2020.

Sebelumnya terjadi pada 7 Maret, kemudian akan terjadi lagi pada 8 April dan 7 Mei 2020. Fenomena Supermoon itu terjadi tiga kali selama tahun 2020. Namun, Supermoon yang terjadi pada dini hari ini disebutkan penampakannya akan menjadi yang terbesar dari dua jadwal lainnya.

"Dari 3 kejadian Supermoon ini, yang terbesar (tadi) malam," ujarnya. Seperti yang dijelaskan Hendra, Supermoon itu terjadi karena posisi bulan akan melintasi titik terdekatnya dengan bumi. "Bulan berada dekat dengan Bumi, itu Supermoon. Kan (Bulan) ada jarak dekat, jarak jauh, karena Bumi itu kan bentuknya elips. Nah kalau elips kan seperti telur. Kalau telur itu, dari tengah ada yang jauh ada yang dekat," katanya.

Dalam informasi yang dibagikan akun Instagram BMKG, dijelaskan pula bahwa bulan tak hanya terlihat lebih besar, tapi juga lebih terang. "Saat purnama perige terjadi, ukuran bulan menjadi lebih besar dari saat purnama apoge. Demikian juga kecerlangannya akan lebih cerlang dibandingkan saat purnama apoge."

Disebutkan pula, saat Supermoon terjadi ukuran bulan akan 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang. Waktu bulan purnama terjadi pada pukul 09.34 WIB. Kemudian, puncaknya bulan akan berada di titik perige atau terdekatnya dengan bumi pada pukul 01.08 WIB. "Sebenarnya malam itu sudah mulai kelihatan besar, karena dia sedang mendekati ke arah Perige. Dan puncaknya di jam 01.08 WIB tengah malam," kata Hendra dalam berita Kompas.com. Ia menyebut, fenomena Supermoon ini bisa diamati oleh semua orang.

"Bisa dilihat oleh semua orang, bisa dilihat di rumah," kata Hendra.

You may also like

Leave a Comment